Bagi yang suka touring, tentu charger sangat penting agar tak kehabisan battere HP. Pabrikan Honda juga tau hal ini, makanya di produk New Supra X FI 2014 juga akan ditambahkan fitur ini.
Berikut skema charger yang bisa kita buat sendiri dengan modal gak lebih dari Rp.10.000,-
Skema diatas sudah sangat umum. Regulator memakai 7805, arus maksimal 1A. Arus sebesar 1A saya rasa sudah ideal untuk semua jenis HP. Gak kurang, gak kelebihan. Jika terlalu kecil, waktu charging semakin lama tapi battere awet, sedangkan jika terlalu besar, waktu charging singkat tapi lifetime battere akan berkurang.
Input bisa langsung dihubungkan ke jalur aki setelah kontak. Fungsi Dioda untuk membatasi arus dari Aki, yaitu sebesar 1A, karena IN400X arus yang bisa dihandle maksimal 1A. Walaupun 7805 arus output juga maksimal 1A, namun jika arus input terlalu besar (Misal aki motor 6A) dikhawatirkan bakal cepat panas, nah itulah guna dioda di input. Jadi misal arus input terlalu besar, yang menghandle panas adalah Dioda, bukan IC regulatornya karen arus inputnya sudah 1A. Perlu diingat, dioda punya drop voltage , jadi output dari rangkaian diatas mungkin kurang dari 5V. Tapi dropnya kecil, jadi masih bisa lah untuk charging battere. Misal mau dinaikan agar output 5V, maka pada kaki tengah 7805 ditambahkan dioda juga untuk mengkompensasi drop tegangan tadi. Penambahan satu dioda pada kaki no 2 IC 7805 akan menaikan tegangan sekitar 0,3V. Jadi bisa kita atur berapa tegangan yang mau ditambah pada output 7805.
Selamat berkarya....!!! kalo bisa DIY kenapa enggak?? :)
Biar makin rame motornya, saya pasang beberapa aksesoris Led.
1. Led mata kucing di batok
Menggunakan 2 biji led 1/2 watt (3,5 Volt/ 150mA) diseri dengan resistor. Sumber listrik dari spull. Dibuat DC dulu dengananggapan voltase maksimal pada RPM tinggi sekitar 14Volt, sehingga kira-kira setelah disearahkan menjadi :14 x 1,4 = 19,6 Volt. Jadi resistor yang dibutuhkan : 19,6/0,15 = 84 Ohm --> 100Ohm.
2. Lampu Hazard
Menggunakan Eagle Led (sebutan led variasi) 1,5watt. Sumber langsung dari aki. DItambah saklar tambahan didekat handdle kiri untuk menyalakannya. Dengan watt segitu, sudah cukup terang. Biasanya saya nyalakan kalau akan bepergian jauh atau menyalip mobil.
Rangkaian flashing menggunakan rangkaian bekas hazard biasa yang dijual dipasaran. Kalau mau bikin sendiri juga sangat gampang, tinggal pakai IC 555 dan 4017. waktu/delay bisa ditentukan sendiri.
3. Stop lamp/ Tail Light
Menggunakan 14 biji led 1/5 watt warna merah. Ditambahkan juga led dibagian sein, warna putih dan biru agar menambah kesan menarik.
4. Voltmeter
Voltmeter digital dipasang dibatok lampu. Tentu saja harus dilubangi untuk tempat menaruh voltmeter. Voltmeter jenis ini banyak dijual dipasaran dengan harga sekitar 60rb. Ada juga voltmeter yang dilengkapi jamdan juga termometer. Fungsi dipasang Voltmeter adalah untuk memonitor voltase Aki serta menambah kesan cantik.
Memakai 68 HPL led 1watt, gak kebayang gimana terangnya :D
Ni Aquascape saya....
1. Bikin lampunya dulu
- 4x3watt 6500K /white
- 3x1watt 4200K/daylight
- 6x1watt grow red
- 6x1watt grow blue
masing2 warna saya buatkan driver sendiri2 dan semuanya dimmable..
TES NYALA
UPDATE !!! Tank Umur 2 Hari (7 Nov 2013)
Layout masih acak2an , Fauna gado2, Flora baru 2 jenis...
UPDATE!! Minor layout change, tambah fauna (Lemon, Guppy, Tiger), tambah flora (sebagian ngambil di sawah)
Tank umur 1 minggu:
UPDATE 5/12/2013. Re-layout
UPDATE 27/12/2013 Tank umur hampir 2 bulan
UPDATE 20/01/2014
Ganti lampuuu...
UPDATE 16 July 2014
Versi Murmer 1
- PVC 4" dan 3/4 " --> bekas
- Tanpa star PCB
- Heatshink 30cm -->30rb
- Emiter 21x 1watt -->100rb
- Trafo 2A + Dioda bridge + Elko --> 50rb
- Lensa --> 45rb
- Lain-lain --> 20rb
Total biaya = 245rb
Total daya = 21watt
In action ... :)
Versi Murmer 2 (simple driver, direct to 220v) - PVC 4" + Dop --> bekas - Led ultra bright 30pcs (3,2-3,7V/150mA) --> 75rb - Lain-lain = 20rb Total biaya = 95r Total daya = 10 watt-an ( saya set di 100mA, biar awet)
Next project LED selanjutnya :
Masih menggunakan led superbright/ultrabright warna putih dan biru dengan perbandingan 4:1 atau sesuai selera.
Alasan menggunakan led DIP/biasa (non HPL) adalah :
Tanaman tipe lowlight, "mungkin" masih bisa hidup dengan baik walaupun spektrum warna kurang sesuai dengan kebutuhan fotosintesis tanaman.
Gak perlu Heatshink,otomatis lebih ringan sehingga bisa dikemas lebih menarik (cukup tempelkan PCB ke lamphood akrilik-->lebih rapi.
Saya mulai tertarik dengan akuarium laut, sehingga nanti bisa dipake juga, karena kebanyakan (setahu saya) akuarium laut cukup warna putih dan biru saja.
Layout PCB bisa dimanfaatkan juga buat lighting rumah :)
PCB
Lamphood Akrilik
Ada yang mau nitip saya cetakin PCB-nya?? ukuran 30 X 7,5 cm. Kalo kurang panjang, bisa di paralel ( ditiap ujung PCB saya kasih port untuk extend kok :))
NB : Satu PCB terdiri dari 168 LED atau sekitar 22 watt-an ( Spek led 3,4V/40mA)--> ultrabright LED. Dan kalau pake spek led DIP yang lebih tinggi (75mA) bisa mencapai 40 watt-an.